Karakteristik dan pola persebaran dolina di Kecamatan Ponjong dan Semanu, Kabupaten Gunungkidul

Astrid Damayanti, Diah Fitri Novita Sari

Abstract


Kecamatan Ponjong dan Semanu merupakan dua kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki morfologi karst beragam dan terdapat dalam gugusan mega sistem Karst Gunung Sewu. Terbentuknya morfologi di kawasan karst, seperti dolina dapat berdampak negatif karena adanya karstifikasi yang dapat menyebabkan amblesan tanah. Oleh karena itu, penelitian ini dibuat dengan melihat karakteristik dan pola persebaran dari dolina. Karakteristik dolina yang ditelitiadalah bentuk medan, kerapatan vegetasi, dan suhu permukaan. Untuk identifikasi karakteristik tersebut menggunakan SRTM dan Citra Landsat-8. Selanjutnya, digunakan analisis morfometri dan indeks Neighbor Nearest Analysis (NNA) untuk melihat karakteristik pola persebaran dolina. Pola persebaran dolina di wilayah penelitian membentuk sebaran mengelompok (indeks NNA 0,843). Di Kecamatan Semanu membentuk pola mengelompok, mengindikasikan perkembangan karstifikasi dolina lebih lanjut jika dibandingkan dengan di Kecamatan Ponjong yang masih cenderung acak. Karakteristik dolina mengelompok terdapat pada bentuk medan dataran rendah dengan kerapatan vegetasi sedang dan suhu permukaan tinggi, sedangkan yang acak memiliki bentuk medan dataran bergelombang dengan kerapatan vegetasi rapat dan suhu permukaan rendah.

Kata kunci: Dolina, Landsat-8, Morfometri, Metode NNA, SRTM

DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v2i2.50


Full Text:

50-57 (PDF)

References


Angel, J. C., Nelson, D. O., & Panno, S. V. (2004). Comparison of a new GIS-based technique and a manual method for determining sinkhole sensity: An example from Illinois Sinkhole Plain. Journal of Cave and Karst Studies. 66(1), 9-17. Diambil dri situs

http://pubs.er.usgs.gov/publication/70027260

Bahagiarti, S. K. (2004). Mengenal hidrogeologi karst. Yogyakarta: Pusat Studi Karst Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta.

Bogli, A. (1980). Karst hydrology and physical speleology. California: Springer Verlag.

Desaunettes, J. R. (1977). Catalogue of landforms for Indonesia: Examples of Physiographic Approach to Land Evaluation for Agriculture Development. Bogor: Soil Research Institute.

Ford, D. & Williams, P. (2007). Karst hydrogeology and geomorphology. England: John Wiley & Sons Ltd.

Haryono, E., & Adji, T. N. (2004). Pengantar geomorfologi dan hidrologi karst. Yogyakarta: Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Pujayanti, J. A. D., Susilo, B., & Puspitaningrum, D. (2014). Sistem Informasi Geografis untuk Analisis Persebaran Pelayanan Kesehatan di Kota Bengkulu. Jurnal Rekursif, 2(2), 99-110. Daimbil dari situs https://ejournal.unib.ac.id/index.php/rekursif/article/view/311

Samodra, H. (2005). Potensi sumberdaya alam kars Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Bandung: Pusat Penelitian Pengembangan Geologi, Badan Geologi, Departemen Energi dan Sumberda Meneral.

Saputra, B. D. (2008). Morfometri dolina di Kawasan Karst Gombong Selatan. Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Diambil dari situs

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/123271-S34086...pdf

Sari, D. F. N., Damayanti, A., & Rokhmatulloh. (2018). Identitifikasi Karstifikasi pada Karakteristik Dolina, Studi Kasus: Kecamatan Ponjong dan Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul. Prosiding Seminar Nasional Geomatika 2017, 115-124. http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.404

Trudgil, S. (1985). Limestone Geomorphology. Longman. New York.

USGS. (2017) Using the USGS Landsat-8 Product. Diambil dari situs https://landsat.usgs.gov/using-usgs-landsat-8-product, pada 10 Oktober 2017.

White, W. B. (1988). Geomorphology and Hydrogeology of Karst Terrains. New York: Oxford University Press




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v2i2.50

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats