Peranan penginderaan jauh dalam menyokong kajian pemetaan batas wilayah darat (studi kasus: Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY)

A.G. Ahmad

Abstract


Pemetaan batas wilayah merupakan kegiatan yang dapat berlaku terus-menerus seiring perkembangan wilayah. Berbagai metode dalam pemetaan batas wilayah yang sudah dilakukan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Teknologi penginderaan jauh yang terus berkembang dapat dioptimalkan dalam pemetaan batas wilayah, sehingga dapat menjadi lebih efisien. Penginderaan jauh merupakan salah satu cara untuk mengetahui kondisi di permukaan bumi, salah satunya dalam pemetaan batas wilayah yang memanfaatkan citra resolusi tinggi, yakni Citra Quickbird. Ketelitian spasial Citra Quickbird yang mencapai 2,4 meter per piksel dapat digunakan untuk mengamati penggunaan lahan, untuk selanjutnya dibuat menjadi sebuah peta dan dijadikan sebagai informasi spasial dasar. Penelusuran batas yang sudah disepakati dilakukan di atas citra, sementara kegiatan lapangan dilakukan sebagai tambahan informasi dalam penelusuran batas. Tiga titik sampel yang diambil dalam penelitian menunjukkan bahwa informasi penginderaan jauh yang diperoleh dapat mendukung penelusuran batas wilayah karena terdapat perbedaan antara garis batas pada peta RBI dengan batas sebenarnya. Perbedaan luas wilayah yang ditemukan antara data BPS dengan hasil kalkulasi otomatis berdasarkan garis batas wilayah sebenarnya mencapai 24 Ha. Kajian menggunakan Citra Quickbird dapat dioptimalkan untuk penelusuran batas wilayah darat yang memiliki kondisi fisik homogen

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v1i1.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats