Dinamika erosi tanah dan krisis ekonomi-era reformasi di Daerah Aliran Sungai Serayu Hulu

Andry Rustanto

Abstract


Selain perubahan penggunaan lahan di DAS Serayu Hulu, aktivitas pertanian holtikultura dalam skala besar terindikasi sebagai faktor yang mengakibatkan semakin cepatnya proses sedimentasi yang terjadi di bagian hilir waduk PLTA. Semakin tingginya laju sedimentasi tersebut dapat menjadi masalah serius untuk PLTA karena dapat memperpendek umur reservoir dari waktu yang telah diestimasikan. Dampak yang ditimbulkan dapat menjadi semakin parah jika penerapan konservasi lahan masih terbatas dan perubahan penggunaan lahan terus berlangsung. Hal ini mendorong terjadinya erosi. Salah satu situasi yang kontras adalah pada tahun 1997-1998 saat krisis keuangan terjadi. Situasi tersebut mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan yang membatasi perhatian petani holtikultura dalam menerapkan konsep konservasi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut bersama dengan kondisi iklim telah meningkatkan sedimentasi pada saat sebelum dan sesudah masa krisis ekonomi tahun 1997-1998 sebesar 100%. Namun, laju sedimentasi tanah kemudian mengalami penurunan setelah beberapa tahun meskipun tetap tinggi jika dibandingkan dengan tahun 1997.

Kata kunci: erosi tanah, perubahan penggunaan lahan/tutupan lahan, reformasi politic, Serayu Hulu bagian atas, tanaman holtikultura

DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v3i1.70


Full Text:

41-47 (PDF)

References


Barbier, E. (1996). The economics of soil erosion: theory, methodology and examples. In Workshop on Economy and Environment in Southeast Asia (pp. 1–29). Singapore. Retrieved from http://scholar.google.com/scholar?hl=en&btnG=Search&q=intitle:The+economics+of+soil+erosion:+theory,+methodology+and+examples#0

Djajadilaga, M., Agustina, H., Pribadi, W., Harimurti, Lindawati, Gaol, L. P. ., … Ramli, A. F. (2009). Status Lingkungan Hidup Indonesia 2008 (State of Environment Report of Indonesia). Jakarta.

Lal, R. (1998). Soil erosion impact on agronomic productivity and environment quality. Critical Reviews in Plant Sciences, 17(4), 319–464. https://doi.org/10.1080/07352689891304249

Lavigne, F., & Gunnell, Y. (2006). Land cover change and abrupt environmental impacts on Javan volcanoes, Indonesia: a long-term perspective on recent events. Regional Environmental Change, 6(1–2), 86–100. https://doi.org/10.1007/s10113-005-0009-2

Morgan, R. P. (2001). A Simple Approach to Soil Loss Prediction: A Revised Morgan–Morgan–Finney model. Catena, 44(4), 305–322. Retrieved from http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0341816200001715

Rustanto, A., Shrestha, D. P., & Jetten, V. G. (2010). Perubahan Tutupan Lahan Di Daerah Aliran Sungai Serayu Hulu. Jurnal Geografi, 3(1), 56.

Syariman, P., & Soewarno. (2008). Sedimentation Control: Part II. Intensive Measures The Inside of The Mrica Reservoir, Central Java. Journal of Applied Sciences in Environmental Sanitation, 3(1), 17–24. Retrieved from www.trisanita.org

Wall, G., Baldwin, C. ., & Shelton, I. . (1987). Soil Erosion - Cause and Effects. Retrieved from http://www.omafra.gov.on.ca/english/engineer/facts/87-040.htm

Zhang, X. C., Nearing, M. A., Polyakov, V. O., & Friedrich, J. M. (2003). Using Rare-Earth Oxide Tracers for Studying Soil Erosion Dynamics. Soil Science Society of America Journal, 67(1), 279–288. Retrieved from http://soil.scijournals.org/cgi/reprint/soilsci;67/1/279.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v3i1.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats